IHSG Bertahan di Zona Hijau, Rupiah dan Emas Terkoreksi

  • 19 Agt 2026 11:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau meski mayoritas bursa saham di Asia mengalami koreksi. IHSG ditutup menguat 0,75 persen ke level 6.449,830 setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.490 pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.

Gunawan mengatakan penguatan IHSG mulai berbalik arah setelah mendekati level psikologis 6.500. Sementara itu, nilai tukar Rupiah justru ditutup melemah ke level Rp17.850 per dolar Amerika Serikat.

"Selama sesi perdagangan berlangsung, Rupiah sempat menyentuh level terendahnya di kisaran Rp17.860. Sentimen kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi beban bagi kinerja Rupiah," ujar Gunawan.

Menurutnya, tekanan terhadap Rupiah relatif tidak berasal dari pergerakan indeks dolar AS yang masih stabil di level 99,6. Namun, kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun ke level 4,75 persen menjadi sentimen yang perlu diwaspadai.

Gunawan menilai kenaikan imbal hasil US Treasury menunjukkan sentimen geopolitik masih memiliki pengaruh besar terhadap pasar keuangan global, termasuk nilai tukar Rupiah.

"Lonjakan pada imbal hasil US Treasury berpotensi mendorong kenaikan pada imbal hasil surat utang pemerintah. Biaya dalam menerbitkan obligasi menjadi lebih mahal. Stabilisasi mata uang Rupiah akan menelan ongkos yang lebih banyak," katanya.

Ia memperkirakan dolar AS masih berpeluang menguat terhadap sejumlah mata uang, termasuk Rupiah, dalam jangka pendek. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di atas 90 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga acuan bank sentral dunia karena kenaikan harga minyak dapat kembali memberikan tekanan terhadap inflasi.

Sementara itu, harga emas dunia ikut mengalami tekanan. Pada perdagangan sore, harga emas ditransaksikan melemah di level 4.387 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,53 juta per gram.

Gunawan mengatakan pelemahan harga emas sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia. Pasar juga masih mencermati ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz setelah berakhirnya masa gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat.

"Pasar menilai kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz kian tidak pasti setelah berakhirnya masa gencatan sementara antara Iran dengan AS," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....