Ketegangan di Asia Tekan Rupiah, IHSG Masih Dibuka Menguat
- 07 Agt 2026 12:18 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Ketegangan geopolitik di kawasan Asia kembali memengaruhi pergerakan pasar keuangan. Korea Utara dilaporkan meluncurkan rudal jarak pendek ke arah wilayah Jepang, sehingga memicu koreksi di sejumlah bursa saham Asia pada perdagangan Jumat pagi, 7 Agustus 2026. Di tengah sentimen tersebut, IHSG masih mampu dibuka menguat di level 6.352.
Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan meningkatnya tensi geopolitik di Asia menjadi sentimen negatif baru bagi pelaku pasar. Di saat yang sama, investor juga masih menunggu kelanjutan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
"Alih-alih mendapatkan kepastian negosiasi, situasi geopolitik di Asia justru kembali memburuk dan memberi tekanan pada pasar keuangan," ujarnya.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah dunia turut mengalami kenaikan. Minyak Brent yang sebelumnya berada di kisaran 80 dolar AS per barel kini diperdagangkan sekitar 83 dolar AS per barel, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah dibuka melemah ke kisaran 17.935 per dolar AS. Pelemahan dipicu menguatnya indeks dolar Amerika Serikat yang mendekati level 100 atau berada di kisaran 99,93, setelah sejumlah indikator ekonomi AS membuka ruang bagi penguatan mata uang tersebut.
"Kenaikan USD Index akan memicu tekanan pada mata uang rupiah. Selama sentimen global belum membaik, tekanan terhadap rupiah masih berpeluang berlanjut," kata Gunawan.
Ia memproyeksikan IHSG pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran 6.275 hingga 6.380. Sementara nilai tukar rupiah diperkirakan berada dalam rentang 17.900 hingga 18.000 per dolar AS.
Di sisi lain, harga emas dunia diperdagangkan melemah tipis di kisaran 4.258 dolar AS per ons troy. Namun, menurut Gunawan, secara keseluruhan harga emas masih menunjukkan kecenderungan menguat di tengah tingginya ketidakpastian global, dengan nilai setara sekitar Rp2,46 juta per gram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....