USD Index Alami Tekanan, IHSG dan Rupiah Menguat di Akhir Pekan
- 31 Jul 2026 22:36 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan memburuknya hubungan Iran dan Amerika Serikat masih menjadi perhatian pelaku pasar global. Meski harapan tercapainya terobosan diplomatik semakin memudar, pasar keuangan domestik masih mendapat dukungan dari melemahnya dolar Amerika Serikat setelah Bank Sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya.
"Harapan adanya terobosan diplomatik antara Iran dengan AS dalam waktu dekat kian memudar. Aksi jual beli serangan kembali terjadi dengan melibatkan partisipasi negara lain yang ikut berperang. Sejauh ini dampaknya ke harga minyak belum begitu signifikan. Harga minyak mentah jenis Brent masih bertahan di kisaran 85 dolar AS per barel pada sesi perdagangan pagi waktu Asia," kata Gunawan, Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Gunawan, mayoritas bursa saham di Asia pada perdagangan pagi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat meski dibayangi kontraksi sektor manufaktur China. Di tengah kondisi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.219.
Sementara itu, nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah ke level Rp18.050 per dolar Amerika Serikat. Menurutnya, pelemahan rupiah terjadi di tengah tren penurunan dolar AS yang tercermin dari melemahnya USD Index ke kisaran 100,145 setelah sebelumnya berada di atas level 101.
"USD Index melemah setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75 persen. Ditambah dengan melemahnya harga minyak mentah dunia, kondisi tersebut menjadi sentimen yang lebih menguntungkan bagi IHSG maupun rupiah pada perdagangan hari ini," ujarnya.
Gunawan menjelaskan, sentimen positif dari Amerika Serikat dinilai lebih dominan dibandingkan data indeks manufaktur China (PMI) yang kembali mengalami kontraksi. PMI manufaktur China pada Juli tercatat sebesar 49,2, lebih rendah dibandingkan realisasi Juni yang berada di level 50,3.
Di sisi lain, harga emas dunia bergerak relatif stabil di kisaran 4.083 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,38 juta per gram. Menurut Gunawan, stabilnya harga emas dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah yang cenderung stagnan dalam dua hari terakhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....