IhSG bergerak Anomali, Rupiah Sempat Menyentuh 18.100
- 31 Jul 2026 23:23 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pergerakan pasar keuangan domestik kembali menunjukkan anomali pada Kamis , 30 Juli 2026. Di tengah pelemahan mayoritas bursa saham Asia, IHSG justru mampu mengakhiri perdagangan di zona hijau.
Menurut Gunawan, IHSG ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.186,363 dan bahkan berada di level tertingginya saat penutupan perdagangan. Penguatan tersebut ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, BUMI, hingga TLKM.
Berbeda dengan IHSG, nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan. Rupiah sempat melemah hingga menyentuh Rp18.100 per dolar AS, sebelum akhirnya mengurangi kerugian dan ditutup di kisaran Rp18.075 per dolar AS.
Gunawan menjelaskan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang tetap ketat dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Sentimen tersebut membuat pelaku pasar masih berhati-hati terhadap aset di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain itu, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah juga menjadi faktor yang membayangi pasar keuangan. Harga minyak mentah masih bertahan di kisaran US$89,8 per barel, yang mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi di Selat Hormuz dan potensi gangguan distribusi energi global.
"Kekhawatiran pasar saat ini lebih terfokus pada jalur distribusi dibandingkan perang itu sendiri. Jika eskalasi konflik terus meningkat, gangguan di Selat Hormuz maupun Laut Merah dapat ditransmisikan menjadi kenaikan harga komoditas dan tekanan pada pasar keuangan," kata Gunawan.
Sementara itu, harga emas dunia masih bergerak relatif stabil di kisaran US$4.081 per ons troy atau sekitar Rp2,38 juta per gram. Menurut Gunawan, meski pasar mulai beradaptasi dengan situasi geopolitik, setiap peningkatan konflik tetap berpotensi menjadi sentimen negatif yang memicu tekanan baru terhadap harga komoditas maupun pasar keuangan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....