Pasar Tunggu Arah BI, Rupiah Masih Berada di Bawah Tekanan

  • 29 Jul 2026 12:47 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pelaku pasar masih menanti kepastian arah kebijakan Bank Indonesia setelah pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. Menurutnya, kepastian mengenai independensi Bank Indonesia menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan pasar dan menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Gunawan mengatakan pada perdagangan pagi ini nilai tukar rupiah kembali melemah ke level Rp18.105 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan rupiah diperkirakan masih akan menjadi beban bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang sesi perdagangan.

"Tekanan pada mata uang rupiah berpeluang menyeret koreksi pada bursa saham. Pelaku pasar masih menanti langkah pemerintah setelah pengunduran diri Gubernur BI," ujarnya.

Meski demikian, IHSG pada sesi pembukaan perdagangan sempat dibuka menguat di level 6.141. Sementara mayoritas bursa saham di Asia justru bergerak di zona merah.

Menurut Gunawan, perhatian pasar kini tidak lagi hanya tertuju pada sosok yang akan menggantikan Gubernur BI, tetapi juga pada jaminan bahwa Bank Indonesia tetap mampu menjalankan kebijakan secara independen.

"Pasar juga perlu diyakinkan bahwa pergantian Gubernur BI nantinya tetap menjamin independensi BI. Tekanan terhadap rupiah yang berlangsung hingga hari ini mendesak untuk dihentikan karena dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi inflasi, tetapi juga terhadap kinerja sektor riil," katanya.

Di sisi lain, musim rilis laporan keuangan emiten dan pembagian dividen dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Namun, investor diperkirakan akan lebih mengandalkan data fundamental resmi dibandingkan rumor maupun proyeksi kinerja perusahaan.

Gunawan menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak berbeda arah dengan rupiah pada perdagangan hari ini. Apalagi harga minyak mentah dunia relatif stabil di kisaran 87 dolar AS per barel untuk jenis Brent.

Meski demikian, investor diperkirakan tetap berhati-hati dengan terus mencermati berbagai sentimen yang berkembang di pasar.

Sementara itu, harga emas dunia pada sesi perdagangan diperdagangkan melemah ke kisaran 4.026 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,35 juta per gram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....