Sentimen Internal Bayangi Pasar, IHSG dan Rupiah Melemah
- 27 Jul 2026 20:11 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai pelemahan pasar keuangan domestik pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, lebih dipengaruhi sentimen internal dibanding kondisi global. Menurutnya, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada arah kebijakan Bank Indonesia setelah muncul kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Menurut Gunawan, kondisi tersebut membuat pergerakan pasar keuangan domestik berbeda dengan mayoritas pasar di kawasan Asia. Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah meski sempat menguat pada awal perdagangan.
"IHSG sempat menguat dan menyentuh level tertingginya di 6.219. Namun tidak berlangsung lama, IHSG lebih banyak mengalami tekanan dan ditutup melemah 0,17 persen di level 6.185,783," ujarnya.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga kembali berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di kisaran level psikologis Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat. Menurut Gunawan, pelemahan rupiah terjadi meski indeks dolar Amerika Serikat (USD Index) justru melemah ke kisaran 101,3.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap pasar domestik lebih dipengaruhi sentimen dari dalam negeri dibanding faktor eksternal. Sementara itu, mayoritas bursa saham di Asia justru ditutup menguat.
Gunawan menjelaskan, harga minyak mentah dunia juga mengalami penurunan. Minyak mentah jenis Brent diperdagangkan di kisaran 88 dolar AS per barel setelah pada Jumat pekan lalu sempat menyentuh kisaran 100 dolar AS per barel.
"Secara keseluruhan gerak pasar keuangan domestik lebih dikarenakan oleh sentimen internal. Fokus pasar tengah tertuju pada rencana kebijakan BI ke depan pasca pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo," katanya.
Menurut Gunawan, dalam sepekan ke depan pasar diperkirakan tidak banyak dibanjiri data ekonomi yang berpotensi memicu volatilitas tinggi. Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang diproyeksikan masih mempertahankan suku bunganya pada pertemuan bulan ini.
"The Fed diproyeksi tidak akan mengubah kebijakan suku bunga acuannya di bulan ini," ucapnya.
Meski data inflasi Amerika Serikat diperkirakan masih meningkat, Gunawan menilai kondisi tersebut belum cukup kuat untuk mendorong The Fed menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara itu, harga emas dunia pada sesi perdagangan sore bergerak sedikit lebih rendah di kisaran 4.098 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,38 juta per gram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....