Harga Minyak Dunia Naik, IHSG dan Rupiah Berbalik Melemah

  • 14 Jul 2026 10:45 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga minyak mentah dunia kembali menekan pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah berbalik melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Menurut Gunawan, setelah lembaga pemeringkat S&P mempertahankan sovereign credit rating Indonesia dengan outlook stabil, perhatian pelaku pasar kini beralih ke rilis data inflasi AS yang akan menjadi acuan arah kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed).

"Respons pasar keuangan domestik terhadap data inflasi AS diperkirakan baru akan terlihat pada perdagangan besok, karena data tersebut menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.

Pada sesi pembukaan perdagangan, IHSG sempat melanjutkan penguatan hingga level 6.057 setelah ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Namun, indeks berbalik melemah dan bergerak di zona merah seiring mayoritas bursa saham Asia yang juga mengalami koreksi.

Gunawan menjelaskan, pasar keuangan global masih dibayangi meningkatnya tensi perang antara Iran dan Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah dunia kembali naik, dengan minyak Brent diperdagangkan di kisaran 84 dolar AS per barel.

"Naiknya harga minyak memperbesar kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan global di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda," katanya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi kembali melemah ke level Rp18.115 per dolar AS. Menurut Gunawan, pelemahan rupiah dipicu menguatnya indeks dolar AS (USD Index) ke level 101,12 serta meningkatnya tekanan dari berbagai sentimen eksternal.

Ia menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut.Terutama karena pasar juga mulai mencermati dampak kebijakan pemerintah yang tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi terhadap kondisi fiskal.

"Tekanan fiskal akan menjadi perhatian pasar berikutnya. Apalagi di tengah memburuknya kondisi ekonomi global yang berpotensi memberikan tekanan lanjutan terhadap pasar keuangan domestik," ucapnya.

Di sisi lain, harga emas dunia juga kembali melemah dan diperdagangkan di kisaran 3.996 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,34 juta per gram. Gunawan mengatakan harga emas masih tertekan karena inflasi kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....