Harga Minyak Melonjak, Pasar Keuangan Domestik Tertekan
- 09 Jul 2026 11:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya kembali konflik di Timur Tengah menekan pasar keuangan pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026 pagi. Kondisi tersebut berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah, dan membebani pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menurut Gunawan, harga minyak mentah dunia kembali menguat setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara Arab. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran 74 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah Brent berada di kisaran 78 dolar AS per barel.
"Harga minyak mentah kembali naik setelah Iran melakukan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di negara Arab," ujarnya.
Di pasar saham, mayoritas bursa Asia masih bergerak di zona hijau. Namun kondisi berbeda terjadi di pasar domestik. IHSG dibuka melemah ke level 5.865 dan diperkirakan masih sulit keluar dari tekanan pada perdagangan hari ini.
"Kinerja IHSG pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan sulit untuk menguat di tengah tekanan yang dialami mata uang rupiah," kata Gunawan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan pagi melemah ke level Rp18.070 per dolar Amerika Serikat. Menurut Gunawan, pelemahan rupiah dipicu hasil risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan Bank Sentral Amerika Serikat masih berhati-hati terhadap potensi kenaikan inflasi.
"Tekanan yang dialami rupiah berlanjut setelah hasil notulen FOMC menunjukkan bahwa bank sentral akan lebih berhati-hati dengan kemungkinan lonjakan inflasi ke depan. Ditambah dengan lonjakan harga minyak mentah saat ini, harapan kebijakan moneter longgar kembali sirna," katanya.
Gunawan menambahkan, memanasnya kembali tensi geopolitik meningkatkan ketidakpastian pasar global. Gangguan terhadap jalur logistik melalui Selat Hormuz berpotensi memicu kelangkaan serta kenaikan harga berbagai komoditas bahan baku industri.
Di sisi lain, harga emas dunia diperdagangkan melemah ke level 4.079 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,38 juta per gram di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....