Harga Minyak Naik, IHSG dan Emas Melemah

  • 09 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga minyak mentah dunia kembali memberikan tekanan terhadap pasar keuangan global maupun domestik. Dampaknya, nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga harga emas kompak melemah pada perdagangan, Rabu 8 Juli 2026.

Menurut Gunawan, harga minyak mentah terus melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan Asia. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level 74,9 dolar AS per barel, sedangkan Brent naik ke kisaran 78,7 dolar AS per barel. Kenaikan tersebut dipicu memburuknya situasi geopolitik, setelah Amerika Serikat menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kembali memicu aksi jual di pasar keuangan. Mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah, termasuk IHSG yang terkoreksi 1,89 persen ke level 5.873,372. Menurut Gunawan, tekanan terhadap IHSG semakin besar pada sesi perdagangan kedua hingga indeks ditutup di bawah level psikologis 5.900.

Selain pasar saham, nilai tukar rupiah juga kembali mengalami pelemahan. Rupiah ditutup di kisaran Rp17.990 hingga Rp18.000 per dolar AS, setelah sempat menyentuh level Rp18.050 per dolar AS selama perdagangan berlangsung.

"Penguatan dolar AS terjadi karena pasar kembali berspekulasi bahwa kenaikan harga minyak akan memicu inflasi tinggi di Amerika Serikat, sehingga membuka peluang kebijakan moneter yang tetap ketat," ujar Gunawan.

Ia menambahkan, arah kebijakan bank sentral kembali menjadi perhatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Di sisi domestik, pelemahan pasar juga dipengaruhi turunnya Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK). Data menunjukkan IKK Indonesia turun menjadi 117,8 pada Juni 2026 dari 120,9 pada Mei.

"Penurunan indeks kepercayaan konsumen menunjukkan masyarakat masih cenderung menahan belanja, sehingga menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan domestik," katanya.

Sementara itu, harga emas dunia juga kembali melemah dan diperdagangkan di kisaran 4.073 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,36 juta per gram. Menurut Gunawan, harga emas masih berada di bawah tekanan karena pasar kembali dibayangi potensi inflasi yang lebih tinggi akibat kenaikan harga energi, sehingga ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga tinggi kembali menguat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....