OJK Dorong Pembiayaan Transisi bagi Sektor Beremisi Tinggi
- 30 Jun 2026 21:22 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menegaskan pembiayaan transisi perlu diarahkan untuk mendukung sektor-sektor yang sulit didekarbonisasi. Pernyataan itu disampaikan pada The Net Zero Delivery Summit dalam rangkaian London Climate Action Week 2026 di London, Inggris, yang berlangsung pada 22 hingga 25 Juni 2026.
Friderica mengatakan sektor yang menjadi prioritas meliputi energi, manufaktur, transportasi, pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan. Untuk mendukung hal tersebut, OJK terus memperkuat arsitektur keuangan berkelanjutan melalui berbagai kebijakan dan pengembangan instrumen pembiayaan.
"OJK ingin memastikan bahwa sektor-sektor yang perlu bertransisi tidak ditinggalkan, tetapi didorong memiliki rencana transisi yang kredibel. Transisi yang berhasil bukan sekadar memindahkan modal ke sektor yang sudah hijau, melainkan mentransformasikan sektor-sektor beremisi tinggi menjadi lebih rendah karbon secara bertahap, terukur, dan bertanggung jawab," kata Friderica, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut Friderica, OJK juga tengah menyusun revisi Peraturan OJK mengenai penerapan keuangan berkelanjutan bagi pelaku usaha jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik. Aturan tersebut ditargetkan terbit tahun ini dan diselaraskan dengan standar pelaporan keberlanjutan nasional maupun internasional.
Selain memperkuat regulasi, OJK memperkenalkan inisiatif pembiayaan inovatif kepada investor global melalui platform Satu Karsa. Program yang dikembangkan bersama Kementerian Kehutanan itu mendukung proyek karbon berbasis alam melalui skema blended finance.
"Satu Karsa menunjukkan bahwa aset alam Indonesia bukan hanya harus dilindungi, tetapi juga dapat menjadi sumber keunggulan strategis apabila dikelola secara transparan, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui pendekatan blended finance, Indonesia dapat menarik investor jangka panjang untuk mendukung pemulihan ekosistem sekaligus menghasilkan kredit karbon berkualitas tinggi," ujar Friderica.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendukung reforestasi, agroforestri, pemulihan lahan kritis, pemberdayaan masyarakat, pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi, serta penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....