OJK–ILO Dorong Inklusi Keuangan Peternak Sapi Perah

  • 15 Jun 2026 20:47 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Malang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan International Labour Organization (ILO) meluncurkan program digitalisasi peternak sapi perah berbasis Enterprise Resource Planning (ERP). Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan, dan memperkuat ekosistem peternakan berbasis data digital.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono mengatakan sektor sapi perah memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah. Adhy mengatakan penguatan sektor sapi perah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi susu, tapi juga menyasar kesejahteraan peternak dan penguatan ekonomi pedesaan.

“Penguatan sektor sapi perah membangun fondasi ekonomi pedesaan yang lebih tangguh dan berdaya saing,” ujar Adhy pada kegiatan yang berlangsung di Koperasi Agro Niaga Jabung, Kabupaten Malang, Kamis 11 Juni 2026.

Ia menekankan pentingnya transformasi digital dalam sektor peternakan. Program ini merupakan hasil integrasi sistem ERP dengan layanan pemeringkat kredit alternatif pada tiga koperasi utama di Jawa Timur. Ketiga koperasi tersebut mencakup lebih dari 10.000 anggota peternak.

Tiga koperasi yang terlibat yakni KAN Jabung, KPSP Setia Kawan, dan KPUD Tani Wilis. Sistem ini memungkinkan pencatatan data usaha peternak secara lebih terstruktur dan real time.

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso mengatakan program ini menjawab tantangan akses pembiayaan yang dihadapi peternak. Ia menjelaskan banyak peternak kesulitan mengakses pembiayaan akibat keterbatasan data usaha yang valid dan terdokumentasi. Kondisi ini menyebabkan profil usaha dan kapasitas produksi tidak terlihat jelas oleh lembaga keuangan.

“Para peternak kerap menghadapi hambatan akibat keterbatasan data yang valid dan tidak terdokumentasi dengan baik,” ucap Adi.

Ia menegaskan digitalisasi menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan informasi tersebut. Sebagai tindak lanjut, OJK menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memperluas implementasi program di Jawa Timur. Model ini diharapkan dapat direplikasi ke daerah dan sektor lain di Indonesia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....