IHSG Melemah setelah Sempat Menguat di Awal Perdagangan

  • 29 Jun 2026 18:43 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin mengatakan, meskipun Iran dan AS sebelumnya sudah meneken perjanjian perdamaian, namun Iran dan AS belum sepenuhnya berdamai. Aksi jual beli serangan kembali terjadi antara kedua belah pihak, yang mengakibatkan pasar komoditas dunia bergerak sangat volatile di akhir pekan kemarin.

"Walaupun perang kembali berkecamuk, namun aktifitas perdagangan melalui selat hormuz sudah alami pemulihan dibandingkan sebelum kedua negara ini berdamai," ujar Gunawan, Senin, 29 Juni 2026.

Awal pekan ini pasar keuangan tanah air kembali alami tekanan. Mata uang Rupiah ditransaksikan menguat di level 17.875 per US Dolar, sejalan dengan melemahnya USD Index ke level 101.3.

"Posisi USD Index ini terpantau lebih rendah dibandingkan sesi perdagangan hari jumat pekan lalu. Sementara imbal hasil US Treasury 10 Tahun juga terpantau bergerak melemah dibandingkan dengan posisi pada perdagangan hari jumat pekan lalu," kata Gunawan.

Sementara itu, kinerja IHSG (indeks harga saham gabungan) pada perdagangan sesi pembukaan perdagangan awal pekan menguat ke level 5.932. Namun sejauh ini IHSG kerap berbalik arah dan diperdagangkan di zona merah.

"IHSG berpeluang untuk ditransaksikan dalam rentang 5.800 hingga 5.970 selama sesi perdagangan berlangsung," ucap Gunawan.

IHSG sendiri masih dibayangi koreksi mayoritas bursa saham di Asia yang berpeluang memicu koreksi yang sama pada IHSG.

"Pasar keuangan tidak akan banyak dipengaruhi oleh sentimen data ekonomi, karena minimnya data ekonomi yang akan dirilis pada awal pekan ini," kata Gunawan.

Harga emas dunia ditransaksikan lebih tinggi dibandingkan akhir pekan lalu dikisaran $4.060 per ons troy, atau sekitar 2.34 juta per gram. Harga emas dunia diproyeksikan masih akan stabil di awal pekan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....