Pelaku Pasar Menunggu Kebijakan Moneter The Fed, Harga Emas Mengalami Tekanan
- 26 Jun 2026 00:40 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan kesepakatan damai antara Iran dengan AS menekan harga minyak mentah dunia. ia menyebut hargaminyak mentah ditransaksikan dalam rentang $70 hingga $73 per barel.
Gunawan menilai pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi kabar positif bagi kinerja pasar keuangan.
“Melemahnya harga minyak mentah membuka ruang penurunan laju inflasi, dan menjadi kabar positif bahi kinerja pasar keuangan pada umumnya,” ujar Gunawan, Kamis, 25 Juni 2026.
Bertolak belakang dengan harga minyak dunia yang melemah, USD Index mengalami penguatan dikisaran 101.6 , yang membuat mata uang tersebut tetap perkasa dihadapan mata uang lainnya yang membuat mata uang tersebut tetap perkasa dihadapan mata uang lainnya.
Gunawan menyebut pada sesi perdagangan pagi ini Rupiah ditransaksikan melemah di level 17.950 per US Dolar.
Jelng rilis data penting AS yang baru akan direspon pasar di Asia pada perdagangan besok. Menurut Gunawan, pelaku pasar masih mengkuatirkan kemungkinan arah kebijakan moneter The Fed yang berpeluang menaikkan bunga acuan dalam waktu dekat.
“Ekspektasi tersebut mengarah pada kemungkinan tekanan pada bursa saham nantinya,”katanya
Sementara, IHSG pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka melemah ke level 5.873, meskipun sejauh ini kerap berbalik ke zona hijau.
“Penguatan IHSG masih sejalan dengan kinerja mayoritas bursa saham di Asia yang ditransaksikan di zona hijau,” ucap Gunawan
Disisi lain harga emas terpantau masih alami tekanan, harga emas ditransaksikan dikisaran harga 3.979 per ons troy, atau sekitar 2.3 juta per gram. Dimana spekulasi kenaikan bunga acuan masih dominan mempengaruhi harga emas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....