Menanti Keputusan MSCI, IHSG dan Rupiah Tertekan

  • 17 Jun 2026 21:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pelaku pasar masih menunggu keputusan lembaga pemeringkat saham Morgan Stanley Capital International atau MSCI terhadap status Indonesia. Menurutnya, perubahan status Indonesia berpotensi menekan pasar saham dan memicu pelemahan nilai tukar rupiah.

"Dimana MSCI atau Morgan Stanley Capital International diproyeksikan akan tetap mempertahankan status Indonesia di emerging market. Meski demikian pasar akan tetap berhati-hati jelang keputusan tersebut," kata Gunawan, Rabu 17 Juni 2026.

Di tengah penantian tersebut, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini tercatat melemah ke level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat.

"Rupiah sempat melemah ke level Rp17.755. Tekanan yang dialami rupiah mengalami peningkatan jelang kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed," ujarnya.

Pelemahan rupiah turut membebani pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Padahal mayoritas bursa saham Asia masih bergerak di zona hijau. IHSG sendiri ditutup melemah 0,55 persen ke level 6.220,740.

"Sejumlah emiten yang turut memicu koreksi pada IHSG di antaranya BMRI, BUMI, AMMN, TPIA hingga BBNI. IHSG bergerak anomali dibandingkan kebanyakan bursa saham di Asia karena sentimen negatif dari dalam negeri lebih banyak mendominasi perdagangan," ucap Gunawan.

Sementara itu, harga emas dunia bergerak melemah tipis ke level 4.324 dolar Amerika Serikat per ons troy atau sekitar Rp2,48 juta per gram. Pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi sentimen utama pasar dalam jangka pendek.

"Pelaku pasar masih menanti kebijakan penetapan suku bunga acuan The Fed yang akan menjadi sentimen penggerak jangka pendek," kata Gunawan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....