Rupiah Turun Lagi Sentuh Rp17.900 per Dolar AS, IHSG hingga Emas Terkoreksi

  • 04 Jun 2026 07:59 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan pelaku pasar kembali fokus mencermati perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah sebelumnya merespons sejumlah data ekonomi domestik. Menurutnya, pasar masih menantikan perkembangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), setelah AS menyatakan Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan di tengah ketidakpastian negosiasi antara kedua negara. Harga minyak mentah jenis WTI ditransaksikan naik ke level 94,58 dolar AS per barel, sementara minyak Brent menguat ke kisaran 96,7 dolar AS per barel pada perdagangan pagi ini.

"Kenaikan harga minyak menunjukkan pasar masih dibayangi ketidakpastian yang memicu meningkatnya risiko geopolitik, khususnya di sektor komoditas energi," kata Gunawan, Rabu 3 Juni 2026.

Ia menambahkan, di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan sempat menguat ke level 6.207. Namun, hingga pagi hari IHSG berbalik melemah dan ditransaksikan di sekitar level support 6.070.

Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan melemah hingga menyentuh level Rp17.900 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi setelah sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis sebelumnya dinilai kurang mampu memberikan sentimen positif bagi pasar.

"Salah satu penyebabnya adalah surplus neraca perdagangan Indonesia yang mengalami penyusutan," ujarnya.

Dari pasar komoditas, harga emas dunia juga mengalami koreksi dan ditransaksikan di kisaran 4.478 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp2,59 juta per gram. Gunawan menyebut tekanan terhadap harga emas dipicu oleh membaiknya data ketenagakerjaan AS yang memunculkan spekulasi bahwa Federal Reserve atau The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

"Spekulasi tersebut untuk sementara waktu menjadi sentimen negatif bagi harga emas dunia," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....