Rupiah Sentuh Rp17.800 Per USD, IHSG Menguat di Tengah Upaya Gencatan Senjata Iran-A
- 31 Mei 2026 13:49 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan pasar saham di kawasan Asia alami penguatan di tengah memburuknya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Terbaru, Iran dikabarkan melakukan serangan balasan ke sejumlah aset AS di wilayah Timur Tengah, sebagai bentuk serangan balasan atas serangan AS sebelumnya.
"Pasar keuangan masih mengabaikan serangan Iran ke sejumlah negara tetangganya, di tengah kabar positif rencana gencatan senjata antara Iran dengan AS," kata Gunawan, Jumat 29 Mei 2026.
Ia mengatakan harga minyak mentah dunia mengalami tekanan di kisaran level $88 per barel untuk jenis WTI dan sekitar $92 per barel untuk jenis Brent. Bursa saham di Tanah Air merespon positif pelemahan harga minyak mentah sejauh ini.
"Meski demikian, IHSG sempat dibuka melemah ke level 6.112. Meskipun sejauh ini berbalik ke zona hijau dan mulai sejalan dengan penguatan mayoritas bursa saham di Asia pada umumnya," ucap Gunawan.
Disisi lain, rupiah menunjukan kinerja yang terus mengalami pelemahan. Mata uang rupiah ditransaksikan melemah di level 17.800 per US Dolar pada perdagangan hari ini.
"Pelemahan rupiah akan membebani IHSG yang pada dasarnya tengah mendapatkan sentimen positif penguatan pasar saham di Asia. Dan pelemahan rupiah sendiri lebih banyak dipicu oleh gangguan fiskal yang mulai menggerogoti kemampuan APBN dalam menopang perekonomian," ujar Gunawan.
Ia menuturkan ketidakpastian geopolitik menyisakan kemungkinan volatiltas yang lebih tinggi di pasar keuangan, serta berpeluang membuat harga minyak bertahan mahal. Sementara itu harga emas dunia ditransaksikan melandai di kisaran harga $4.501 per ons troy, atau sekitar Rp2,58 juta per gram.
"Memburuknya hubungan antara Iran dengan AS baru-baru ini membebani kinerja emas secara keseluruhan," kata Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....