AS Tunda Serang Iran, Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS

  • 19 Mei 2026 10:18 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menilai penundaan serangan AS ke Iran atas permintaan sejumlah pimpinan di Timur Tengah, menjadi sentimen positif pada perdagangan, Selasa, 19 Mei 2026. Hal ini membuat harga minyak mentah terkoreksi.

“Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tipis dalam rentang 102 hingga 109 dolar AS per barel pada perdagangan pagi ini,” ujar Gunawan.

Menurut Gunawan, penurunan harga minyak mentah akan mendorong penguatan kinerja pasar keuangan. Ia menyebut mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan pagi ini ditransaksikan di zona hijau.

“Namun kinerja IHSG justru dibuka melemah di level 6.599 pada sesi pembukaan perdagangan,” ucap Gunawan.

Ia menyebut penundaan serangan ini hanya akan berlaku sementara. Menurutnya, momentum ini akan dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan transaksi secara hit and run.

Sementara itu, nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan di level 17.700 per dolar AS. Gunawan menjelaskan hal ini terjadi seiring kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke level 4,597 persen serta kinerja USD Index yang saat ini berada di level 99,05.

"Kenaikan harga minyak mentah telah mendorong spekulasi bahwa Bank Sentral AS berpeluang menghentikan kebijakan moneter longgarnya,” ujarnya.

Adapun harga emas dunia ditransaksikan stabil dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.554 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,6 juta per gram.

“Harga emas terpantau alami kenaikan terbatas seiring dengan sikap Presiden AS yang menunda menyerang Iran. Namun pasar tetap akan menilai sentimen ini hanya sementara serta bersiap terhadap kemungkinan buruk yang akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....