Rupiah Melemah Rp17.640, IHSG Sempat Jatuh ke Level 6.398
- 18 Mei 2026 18:58 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai tekanan terhadap pasar keuangan domestik masih dipicu memburuknya tensi geopolitik global, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal nasional. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026 ditutup melemah di level 17.640 per dolar AS.
Selama sesi perdagangan berlangsung, rupiah sempat terpuruk hingga ke level terendah. Sebelum akhirnya sedikit mengurangi tekanan di akhir perdagangan.
“Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia. Namun depresiasi rupiah menjadi yang paling dalam,” ujar Gunawan.
Sejumlah mata uang Asia yang turut melemah di antaranya Baht Thailand, Yen Jepang, Hong Kong Dolar, hingga Won Korea Selatan.
Menurutnya, sentimen utama yang menekan rupiah masih berasal dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Gunawan juga meminta pemerintah mengevaluasi sejumlah kebijakan anggaran yang berpotensi memperlebar defisit APBN, dan mendorong penerbitan utang baru.
“Dalam kondisi geopolitik yang bergejolak, pasar mulai memberi perhatian besar terhadap pengelolaan fiskal pemerintah,” katanya.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah 1,85 persen di level 6.599,240. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah dengan rentang pergerakan antara level 6.398 hingga 6.631.
Tercatat sebanyak 616 saham mengalami penurunan, 125 saham menguat dan 79 saham bergerak stabil. Tekanan pada IHSG disebut sejalan dengan koreksi mayoritas bursa saham Asia, dan diperburuk oleh pelemahan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, harga emas dunia bergerak relatif stabil di kisaran 4.538 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,58 juta per gram.
“Harga emas masih bergerak sideways sambil menunggu arah sentimen dari sesi perdagangan Amerika Serikat,” ucap Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....