IHSG Anjlok meski Rupiah Menguat setelah Intervensi BI
- 13 Mei 2026 23:50 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pasar keuangan domestik masih menghadapi tekanan besar meski Bank Indonesia berhasil menahan pelemahan Rupiah melalui intervensi pasar.
IHSG pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026 ditutup melemah 1,98 persen di level 6.723,320. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di zona merah dan sempat menyentuh level terendah di 6.705.
“IHSG bergerak anomali dibanding mayoritas bursa Asia yang justru menguat. Tekanan datang setelah MSCI mengeluarkan sejumlah emiten Indonesia dari komposisi indeksnya,” ujar Gunawan.
Menurutnya, sentimen negatif dari keputusan MSCI membuat pasar saham domestik kehilangan momentum penguatan meski Rupiah berhasil berbalik arah.
Nilai tukar Rupiah yang sebelumnya sempat melemah di atas 17.500 per dolar AS akhirnya ditutup menguat di level 17.460 per dolar AS.
“Penguatan Rupiah tidak lepas dari langkah intervensi Bank Indonesia yang berupaya meredam depresiasi di tengah tekanan sentimen global dan domestik,” ucapnya.
Sementara itu, harga emas dunia justru melemah ke level 4.694 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,64 juta per gram.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz. Harga minyak diperdagangkan di kisaran 101 hingga 107 dolar AS per barel.
Gunawan mengatakan, pasar kembali khawatir setelah Amerika Serikat menolak usulan gencatan senjata dari Iran yang berpotensi memperbesar eskalasi konflik kawasan.
“Pasar keuangan saat ini masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan risiko lonjakan inflasi yang bisa mendorong kebijakan suku bunga global semakin ketat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....