Kabar dari MSCI Picu Pelemahan IHSG, Rupiah Kembali Melemah di Atas Rp17.500

  • 13 Mei 2026 16:20 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan tekanan terhadap pasar keuangan domestik dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

“Pada bulan April Amerika Serikat membukukan inflasi sebesar 3,8 persen secara tahunan, sementara inflasi inti berada di level 2,8 persen. Dengan realisasi tersebut, The Fed diproyeksikan akan lebih bersikap hawkish dalam keputusan moneter selanjutnya,” ujar Gunawan, Rabu, 13 Mei 2026.

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari proses rebalancing indeks MSCI yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat saham global MSCI. Dalam penyesuaian terbaru, sebanyak enam emiten dikeluarkan dari komposisi MSCI Indonesia Index tanpa ada penambahan emiten baru.

“Tidak adanya emiten baru yang masuk dalam komponen indeks MSCI memicu tekanan pada pasar saham domestik. IHSG pada perdagangan pembukaan langsung melemah di level 6.763 dan berpeluang menguji level psikologis 6.700,” ucapnya.

Tekanan di pasar saham juga diikuti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah tercatat melemah hingga ke level Rp17.535 per dolar AS di tengah meningkatnya tekanan global.

“Rupiah melemah di tengah tekanan inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memperlebar selisih suku bunga antara The Fed dan Bank Indonesia. Dalam jangka pendek rupiah masih berpotensi tertekan hingga pasar melihat arah baru kebijakan suku bunga,” kata Gunawan.

Sementara itu, harga emas dunia tercatat relatif stabil di kisaran 4.700 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,66 juta per gram. Stabilnya harga emas didukung oleh meningkatnya akumulasi emas oleh sejumlah bank sentral di tengah dinamika inflasi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....