IHSG, Rupiah dan Harga Emas Kompak Menguat
- 07 Mei 2026 23:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menyebut pasar keuangan domestik bergerak positif seiring meningkatnya optimisme terhadap peluang terciptanya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat.
“Sentimen utama pasar hari ini masih berasal dari kabar positif terkait kemungkinan terciptanya kesepakatan damai antara Iran dan AS,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.
Gunawan Benjamin menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan dan ditutup menguat 1,15 persen di level 7.174,321. Tercatat sebanyak 361 saham mengalami penguatan, 295 saham terkoreksi, dan 160 saham bergerak stagnan. Sejumlah saham yang menopang penguatan IHSG di antaranya BBCA, BMRI, BBRI, ANTM, hingga TINS.
Selain IHSG, nilai tukar Rupiah juga ditutup menguat ke level 17.330 per Dolar AS. Selama perdagangan berlangsung, Rupiah bergerak dalam rentang 17.300 hingga 17.375 per Dolar AS.
“Penguatan Rupiah sejalan dengan membaiknya sentimen pasar global yang mulai merespons positif perkembangan negosiasi damai,” katanya.
Sedangkan harga emas dunia juga mengalami kenaikan dan ditransaksikan di level 4.739 dolar AS per ons troy atau sekitar 2,65 juta rupiah per gram. Penguatan emas terjadi di tengah penurunan harga minyak mentah dunia yang bergerak dalam kisaran 92 hingga 98 dolar AS per barel. “Penurunan harga minyak mentah menjadi salah satu acuan penguatan pasar keuangan global pada perdagangan hari ini,” katanya.
Meski demikian, ia menilai pelaku pasar masih menunggu kepastian terkait realisasi kesepakatan damai antara kedua negara, mengingat proses negosiasi sebelumnya kerap berubah.
Gunawan menyebut selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menanti sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....