Impor Sumut Turun, Neraca Perdagangan Tetap Surplus
- 06 Mei 2026 19:04 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat kinerja impor Provinsi Sumut pada Maret 2026 sebesar 409,05 juta dolar AS. Angka ini mengalami penurunan sebesar 15,15 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan secara year-on-year, impor mengalami penurunan sebesar 15,15 persen dibandingkan Maret 2025 . Kemudian secara c to c (cumulative-to-cumulative) periode Januari hingga Maret 2026, impor Sumut mengalami penurunan tipis sebesar 0,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
"Secara year on year pada bulan Maret 2026 ini kinerja impor kita turun 15,15 persen dari 444,80 juta dolar AS pada Maret 2025 menjadi 377,41 juta dolar AS. Kemudian secara c to c juga mengalami penurunan secara kumulatif sebesar 0,13 persen," ucap Asim, Senin 5 Mei 2026.
Komoditas bahan bakar mineral (HS27) menjadi penyumbang impor terbesar. Selain itu, mesin dan pesawat mekanik (HS84) juga menjadi komoditas utama dengan pangsa 9,44 persen dan total impor sebesar 120,15 juta dolar AS.
"Share impor terbesar pada periode Januari sampai dengan Maret ini itu disumbang dari bahan bakar mineral atau HS27 dengan total impor 232,52 juta dolar AS dengan pangsa 18,26 persen. Kemudian HS84 dengan pangsa 9,44 persen total impor pada mesin-mesin dan pesawat mekanik sebesar 120,15 juta dolar AS," ujar Asim.
Berdasarkan penggunaan, impor didominasi oleh bahan baku penolong dengan nilai 1.036,13 juta dolar AS atau menyumbang pangsa 81,38 persen. Sementara impor barang konsumsi sebesar 139,91 juta dolar AS dengan pangsa 10,99 persen, dan barang modal sebesar 97,21 juta dolar AS dengan pangsa 7,64 persen.
Dari sisi negara asal, Tiongkok menjadi penyumbang terbesar impor dengan pangsa 26,23 persen atau senilai 334 juta dolar AS. Disusul Singapura sebesar 15,20 persen dengan nilai 193,52 juta dolar AS, dan Malaysia sebesar 11,07 persen dengan nilai 140,95 juta dolar AS.
Sementara itu, neraca perdagangan Sumut hingga Maret 2026 masih mencatat surplus. Namun secara year-on-year, surplus tersebut turun 10,26 persen dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 545,67 juta dolar AS.
"Walaupun mengalami surplus, tapi lebih kecil dibandingkan dengan Maret 2025 yang surplus 545,67 juta dolar AS," kata Asim.
Secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, neraca perdagangan meningkat sebesar 3,53 persen dari 1.637,59 juta dolar AS menjadi 1.695,39 juta dolar AS. Beberapa negara yang menyumbang surplus terbesar antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan India.
"Amerika Serikat neraca perdagangan kita surplus 298,36 juta dolar AS, kemudian Tiongkok surplus 184,03 juta dolar AS dan India surplus 154,91 juta dolar AS. Untuk negara yang menyumbang defisit adalah Argentina defisit 34,41 juta dolar AS, Australia defisit 40,39 juta dolar AS, dan Singapura neraca perdagangan kita defisit 169,77 juta dolar AS," ujar Asim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....