IHSG Menguat usai Rilis PDB 5,61 Persen, Rupiah Masih Tertekan
- 06 Mei 2026 08:32 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, menilai rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 memberikan sentimen positif terhadap pasar saham domestik. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year), dan langsung direspons oleh pelaku pasar.
“Rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 sejauh ini direspons positif oleh pelaku pasar saham. IHSG bahkan mampu berbalik arah setelah sebelumnya sempat melemah dan menyentuh level terendahnya di 6.921,” ujar Gunawan, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penguatan tersebut terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik sekitar 1,22 persen dan ditutup di level 7.057,106. Penguatan terjadi setelah IHSG sempat bergerak di zona merah, sebelum akhirnya berbalik arah mengikuti sentimen positif dari rilis data ekonomi tersebut.
Namun berbeda dengan pasar saham, mata uang rupiah belum mampu keluar dari tekanan. Rupiah masih tercatat melemah di kisaran 17.410 per dolar Amerika Serikat. Bahkan selama perdagangan, rupiah sempat menyentuh level terlemahnya di 17.440 per dolar AS sebelum akhirnya sedikit berbalik arah menjelang penutupan perdagangan, meskipun tetap berada di zona merah.
Menurut Gunawan, secara keseluruhan sentimen negatif masih membayangi pasar keuangan domestik. Salah satunya berasal dari rilis data sektor manufaktur nasional yang masih mengalami kontraksi.
Selain itu, harga minyak mentah dunia yang bertahan di kisaran 102 hingga 112 dolar AS per barel juga turut memberikan tekanan terhadap rupiah. Kondisi tersebut membuat sentimen terhadap mata uang domestik masih cenderung negatif.
Sementara itu, harga emas dunia pada perdagangan hari ini tercatat menguat tipis ke level 4.553 dolar AS per ons troy, atau sekitar 2,56 juta rupiah per gram. Minimnya sentimen pasar serta sikap wait and see pelaku pasar yang menunggu kelanjutan negosiasi di kawasan Timur Tengah membuat pergerakan emas relatif terbatas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....