IHSG Melemah di Bawah Level Psikologis, Rupiah Tembus Rp17.405 per Dolar AS

  • 05 Mei 2026 11:35 WIB
  •  Medan

Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menyebut kinerja pasar keuangan domestik kembali berada di bawah tekanan seiring memanasnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah.

IHSG pada pembukaan perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 kembali melemah di level 6.968, meskipun sempat mencoba berbalik arah ke zona hijau. Pelemahan ini juga sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang turut mengalami tekanan.

“Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi pemicu utama koreksi di pasar keuangan, termasuk pada bursa saham di kawasan Asia,” ujar Gunawan.

Selain itu, nilai tukar Rupiah juga mengalami tekanan dan tercatat melemah hingga menyentuh level 17.405 per dolar AS. Menurut Gunawan, pelemahan Rupiah turut membebani pergerakan IHSG di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Pelemahan Rupiah hingga menembus level 17.400 per dolar AS menjadi sentimen tambahan yang menekan kinerja pasar saham domestik,” katanya.

Ia menambahkan, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz juga memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Saat ini harga minyak tercatat bergerak dalam rentang 104 hingga 113 dolar AS per barel.

Pelaku pasar pun kini menaruh perhatian pada kemungkinan negosiasi antara kedua negara dalam waktu dekat. Iran dikabarkan tengah meninjau permintaan dialog dari Amerika Serikat, meskipun dinamika pasar yang kerap berubah tetap menjadi risiko bagi pergerakan pasar keuangan global.

Di sisi lain, harga emas dunia justru mengalami tekanan dan diperdagangkan di kisaran 4.541 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,55 juta per gram. Meski demikian, penurunan tersebut masih lebih baik dibandingkan sesi perdagangan di Amerika sebelumnya, ketika harga emas sempat turun hingga mendekati level 4.500 dolar AS per ons troy.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....