OJK dan BSSN Perkuat Ketahanan Siber
- 03 Mei 2026 23:06 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat sinergi kelembagaan bersama BSSN dalam membangun ketahanan siber nasional sektor keuangan digital. Langkah ini dinilai penting karena ancaman siber tidak mengenal batas sektor, institusi maupun yurisdiksi.
Hal tersebut disampaikan dalam Workshop Keamanan Siber bagi Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto 2026 di Jakarta, Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian upaya meningkatkan kesiapan industri menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya konsep human firewall dalam sistem keamanan siber.
“Human firewall menempatkan karyawan sebagai garis pertahanan pertama melalui pelatihan dan peningkatan kesadaran,” kata Slamet.
Ia menjelaskan pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mendeteksi dan mencegah ancaman seperti phishing serta malware di lingkungan kerja. Upaya ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebocoran data dan gangguan sistem.
OJK juga memperluas koordinasi dengan kementerian, aparat penegak hukum, asosiasi industri dan pelaku usaha dalam pengelolaan risiko siber. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta perlindungan konsumen.
Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia OJK, Irnal Fiscallutfi menyebut kegiatan ini sebagai upaya penguatan kapasitas dan ketahanan industri. “Kegiatan ini dirancang meningkatkan kesadaran serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi risiko siber,” ujar Irnal.
Workshop ini juga bertujuan menyelaraskan pemahaman profil risiko serta meningkatkan kemampuan industri dalam mendeteksi dan merespons insiden siber.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....