BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga, IHSG dan Rupiah Melemah
- 22 Apr 2026 14:37 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pasar keuangan domestik masih berada dalam tekanan menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia di tengah memburuknya sentimen global.
Pada sesi perdagangan pagi, Rabu, 22 April 2026, mayoritas bursa saham Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. IHSG juga dibuka turun ke level 7.528 setelah masih dibayangi ketegangan geopolitik dan belum adanya kejelasan rebalancing saham Indonesia oleh MSCI pada Mei 2026.
“IHSG masih sulit menguat karena investor menunggu kepastian dari faktor eksternal, terutama geopolitik Timur Tengah dan sentimen pasar global,” ujar Gunawan.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah juga bergerak melemah ke level 17.165 per dolar AS. Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya indeks dolar AS yang naik ke level 98,33 serta kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, ketidakpastian negosiasi lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati sehingga aset berisiko mengalami tekanan.
Pelaku pasar juga tengah menanti hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.
“Tekanan fiskal dan pelemahan Rupiah membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter BI menjadi terbatas. Karena itu suku bunga kemungkinan besar tetap ditahan,” ucapnya.
Sementara itu, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level 4.757 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,63 juta per gram. Pergerakan emas dinilai masih dipengaruhi ketidakpastian arah negosiasi Iran dan Amerika Serikat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....