Rupiah Menguat saat IHSG Turun, Harga Emas Melemah

  • 20 Apr 2026 18:58 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pasar keuangan domestik masih bergerak fluktuatif di tengah dominasi sentimen geopolitik global.

Mayoritas bursa saham Asia mampu bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan meski ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung. Namun IHSG justru ditutup melemah 0,65 persen di level 7.594,111 setelah sempat menguat dan menyentuh posisi tertinggi 7.692.

“IHSG belum mampu mempertahankan penguatan karena investor masih cenderung berhati-hati menghadapi ketidakpastian global, terutama dari faktor geopolitik,” ujar Gunawan, Senin, 20 April 2026.

Berbeda dengan pasar saham, Gunawan menyebut nilai tukar Rupiah justru menguat ke level 17.165 per dolar AS. Rupiah sebelumnya sempat melemah ke kisaran 17.185 sebelum berbalik menguat seiring pelemahan indeks dolar AS yang berada di level 98,2.

Menurutnya, lemahnya dolar AS memberi ruang bagi Rupiah untuk bergerak positif meskipun sentimen ekonomi domestik relatif minim.

Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level 4.787 dolar AS per ons troy. Penurunan harga emas terjadi di tengah tren kenaikan harga minyak mentah serta harapan pasar terhadap potensi de-eskalasi konflik melalui rencana pertemuan Iran dan Amerika Serikat.

“Investor saat ini mengambil posisi wait and see. Mereka menunggu kejelasan arah perundingan Iran-AS sekaligus agenda ekonomi penting dalam sepekan ke depan,” ucapnya.

Gunawan menambahkan, data penjualan ritel Amerika Serikat serta kebijakan moneter Bank Indonesia akan menjadi perhatian pasar. Namun sentimen geopolitik dinilai masih berpotensi menjadi faktor utama yang memengaruhi arah IHSG maupun Rupiah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....