IHSG dan Emas Menguat, Rupiah Masih Melemah
- 16 Apr 2026 09:47 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebut penguatan IHSG dan harga emas didorong oleh sentimen global yang mulai membaik, meski Rupiah masih berada dalam tekanan.
IHSG kembali menguat pada pembukaan perdagangan di level 7.663, setelah sebelumnya sempat melemah. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang juga bergerak di zona hijau.
“Pasar masih menaruh harapan pada potensi kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat, sehingga mendorong penguatan di pasar saham dan komoditas seperti emas,” ujar Gunawan, Kamis, 16 April 2026.
Namun di sisi lain, nilai tukar Rupiah justru melemah ke level 17.140 per dolar AS. Kondisi ini dinilai berpotensi membebani kinerja IHSG selama sesi perdagangan berlangsung.
Gunawan menyebut pelemahan Rupiah tersebut juga tidak sejalan dengan pergerakan dolar AS yang cenderung stabil bahkan melemah, tercermin dari USD Index yang berada di kisaran 98,02. Dolar AS juga terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang Asia seperti Baht Thailand, Yen Jepang, hingga Dolar Hong Kong.
“Tekanan terhadap Rupiah saat ini lebih banyak berasal dari faktor domestik, seperti meningkatnya beban fiskal, tekanan neraca pembayaran, hingga kebutuhan intervensi di pasar valuta asing,” ucapnya.
Sementara itu, harga emas dunia tercatat menguat ke level 4.820 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,67 juta per gram. Penguatan harga emas terjadi di tengah stabilnya harga minyak mentah dunia, dengan sentimen utama masih berasal dari harapan meredanya tensi geopolitik global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....