IHSG, Rupiah, dan Harga Emas Kompak Melemah
- 15 Apr 2026 21:48 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebut pelemahan yang terjadi pada IHSG, rupiah, dan harga emas, dipengaruhi oleh ketidakpastian global yang masih tinggi. Pada perdagangan Rabu, 15 April 2026, IHSG ditutup melemah 0,68 persen di level 7.623,586.
Gunawan menyebut sebelumnya IHSG sempat menguat hingga ke level 7.773. Pergerakan ini terbilang anomali dibandingkan mayoritas bursa saham Asia yang justru ditutup menguat.
“Pergerakan IHSG yang melemah ini cenderung tidak sejalan dengan bursa Asia lainnya, sehingga mencerminkan adanya tekanan domestik yang cukup kuat di tengah sentimen global,” ujarnya.
Ia mengatakan sejumlah emiten besar yang turut mengalami pelemahan di antaranya BUMI, BBRI, PTRO, BBCA, hingga BMRI. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah ke posisi 17.130 per dolar AS.
Pelemahan rupiah sepanjang sesi perdagangan turut memberikan tekanan terhadap kinerja IHSG secara keseluruhan. Padahal, indeks dolar AS (USD Index) tercatat melemah ke level 98,2.
Namun kondisi tersebut belum mampu dimanfaatkan rupiah untuk menguat. Tekanan juga terjadi pada harga emas dunia yang berada di kisaran 4.801 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,65 juta per gram.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia justru naik ke level 96 dolar AS per barel untuk jenis Brent. Ia menuturkan, pasar saat ini masih berada dalam fase wait and see. Terutama mencermati perkembangan geopolitik seperti blokade Selat Hormuz dan peluang negosiasi AS-Iran yang bisa mempengaruhi arah harga minyak dan emas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....