IHSG Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Isu Negosiasi AS–Iran
- 14 Apr 2026 19:54 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai mencuatnya kabar peluang Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali membuka jalur negosiasi menjadi salah satu sentimen utama yang mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 14 April 2026. IHSG tercatat menguat 2,34 persen ke level 7.675,951, seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik global.
“IHSG menguat karena pasar merespons positif kabar potensi negosiasi ulang antara AS dan Iran, yang memberi harapan stabilitas geopolitik,” ujar Gunawan.
Namun di sisi lain, ia menyebutkan penguatan tersebut tidak diikuti oleh rupiah yang justru mengalami tekanan di pasar valuta asing. Rupiah tercatat melemah di kisaran 17.110 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level 17.140 per dolar AS.
“Rupiah belum mampu memanfaatkan pelemahan dolar AS, karena sentimen domestik masih cukup dominan,” katanya.
Menurutnya, tekanan pada mata uang domestik juga dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Terutama di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Pasar masih fokus pada risiko APBN, terutama dari beban subsidi energi yang berpotensi meningkat akibat harga minyak yang tinggi,” ucapnya.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah dunia masih berada di atas asumsi Indonesia Crude Price (ICP) sekitar 70 dolar AS per barel, yakni di kisaran 97–98 dolar AS per barel. Kondisi ini dinilai memberi tekanan tambahan terhadap stabilitas fiskal dan rupiah.
Sementara itu, harga emas terpantau stabil cenderung menguat di kisaran 4.780 dolar AS per troy ounce, atau sekitar 2,64 juta rupiah per gram. Hal ini seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....