IHSG Menguat di tengah Ketegangan Selat Hormuz, Rupiah Melemah
- 14 Apr 2026 13:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan sentimen geopolitik masih menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar keuangan global. Meskipun kabar blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat belum berdampak signifikan terhadap pasar saham.
Ia menjelaskan, mayoritas bursa saham Asia justru dibuka menguat, seiring harapan pelaku pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
“Pasar masih optimistis akan adanya kesepakatan damai, meskipun Iran sejauh ini merespons dingin tekanan dari AS,” ujar Gunawan, Selasa 14 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut turut mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada sesi pembukaan naik ke level 7.603. Namun di sisi lain, nilai tukar rupiah justru kembali melemah ke kisaran 17.115 per dolar AS.
“Rupiah berada di zona merah meskipun USD Index melemah ke level 98,3. Sehingga tekanan terhadap rupiah masih cukup besar,” katanya.
Gunawan menambahkan, harga minyak mentah dunia justru mengalami penurunan ke kisaran 96 dolar AS per barel. Sementara harga emas dunia menguat ke level 4.775 dolar AS per ons troy.
“Penguatan emas ditopang oleh pelemahan harga minyak, yang membuka peluang kebijakan moneter lebih longgar,” ucapnya.
Ia menegaskan, fokus pasar saat ini masih tertuju pada perkembangan di Selat Hormuz yang akan sangat menentukan arah pergerakan pasar ke depan.
“Ketidakpastian masih tinggi dan pasar keuangan akan tetap bergerak sangat volatile. Ini bergantung pada dinamika geopolitik yang berkembang,” kata Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....