Impor Sumut Februari 2026 Capai 409,05 Juta Dolar AS
- 03 Apr 2026 09:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kinerja impor Provinsi Sumatera Utara pada Februari 2026 tercatat sebesar 409,05 juta dolar AS atau naik 12,89 persen dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 362,35 juta dolar AS. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Asim Saputra, menyebutkan kenaikan juga terjadi secara kumulatif.
"Secara kumulatif, c to c kinerja impor kita mencatat kenaikan 7,92 persen dari 830,06 juta dolar AS pada periode Januari-Februari 2025, menjadi 895,85 juta dolar AS pada periode Januari-Februari 2026," ucap Asim, Rabu 1 April 2026.
Asim menyebut komoditas impor terbesar berasal dari kelompok HS27 yaitu bahan bakar mineral dengan nilai impor komoditas ini mencapai 135,27 juta dolar AS dengan pangsa 15,10 persen. Komoditas terbesar kedua adalah mesin dan peralatan mekanik dari HS84.
"Pangsa impor terbesar dari komoditas HS27 yaitu bahan bakar mineral dengan pangsa 15,10 persen , total impor pada bahan bakar mineral 135,27 juta dolar AS. Kemudian komoditas kedua impor kita terbesar adalah pada mesin-mesin pesawat mekanik atau HS84 dengan pangsa 9,85 persen, total impornya menyentuh 88,28 juta dolar AS," ujar Asim.
Berdasarkan penggunaan, impor didominasi oleh bahan baku penolong dengan nilainya yang mencapai 720,23 juta dolar AS atau memberikan kontribusi sebesar 80,40 persen terhadap total impor. Selain itu, impor barang konsumsi tercatat sebesar 102,15 juta dolar AS dengan pangsa 11,40 persen, sedangkan barang modal sebesar 73,46 juta dolar AS atau 8,20 persen.
"Bahan baku penolong memberikan peran terbesar dengan pangsa 80,40 persen, diikuti oleh impor barang modal dengan pangsa 8,20 persen. Total impor barang modal menyentuh 73,46 juta dolar AS," kata Asim.
Dari sisi negara asal, Tiongkok menjadi penyumbang impor terbesar dengan nilai 242,92 juta dolar AS atau pangsa 27,12 persen. Diikuti Malaysia sebesar 104,17 juta dolar AS dan Singapura sebesar 102,45 juta dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....