Sumut Deflasi di Bulan Maret, Berpotensi Inflasi di April Sebab Perang

  • 02 Apr 2026 21:14 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan laju deflasi sebesar 0,13 persen (month to month) pada Maret 2026 diproyeksikan tidak akan berlanjut pada April. Menurutnya, potensi inflasi pada bulan ini justru lebih besar dibandingkan peluang deflasi.

“Potensi inflasi pada bulan April lebih terlihat dibandingkan dengan kemungkinan deflasinya,” ujar Gunawan, Kamis 2 April 2026.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang perlu diwaspadai adalah transmisi kenaikan harga akibat konflik di Timur Tengah. Ini berdampak pada meningkatnya biaya logistik dan harga bahan baku.

“Yang paling dikhawatirkan adalah transmisi kenaikan harga sebagai dampak dari perang, yang membuat biaya logistik atau harga bahan baku menjadi lebih mahal,” katanya.

Kondisi tersebut mulai dirasakan pelaku usaha. Harga plastik dilaporkan naik hingga sekitar 25 persen, yang dikeluhkan pedagang dan produsen.

“Sebagai contoh kenaikan harga plastik untuk sekitar 25 persen yang dikeluhkan oleh pedagang,” katanya.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada pupuk non-subsidi dan plastik mulsa sebagai sarana produksi pertanian. Di sisi lain, petani cabai menghadapi tekanan karena harga jual yang rendah, sementara biaya produksi meningkat.

“Kalau HPP sudah naik, maka dikhawatirkan akan memicu terjadinya kenaikan harga barang yang lebih permanen,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi petani saat ini juga berpotensi memicu inflasi ke depan.

“Apa yang terjadi pada hari ini pada petani berpeluang mendorong terjadinya kenaikan harga atau inflasi di masa yang akan datang,” ucapnyya.

Di sisi lain, pada April pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng melalui Bulog. Program ini dinilai dapat meningkatkan daya beli masyarakat, namun juga berpotensi mendorong kenaikan permintaan.

Dengan berbagai faktor tersebut, inflasi di Sumut pada April diperkirakan masih akan berada di bawah 0,23 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....