Harga Emas Dekati $4.700, Sentimen De-eskalasi Perang Menguat
- 01 Apr 2026 15:32 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Bursa saham di Asia mayoritas ditransaksikan di zona hijau pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Pengamat ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menilai sentimen positif datang dari sikap optimistis pelaku pasar terhadap kemungkinan berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
“Sikap optimistis tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa AS dapat meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu,” ujar Gunawan.
Selain menjadi kabar positif bagi pasar saham di Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turut dibuka menguat ke level 7.149 pada sesi pembukaan perdagangan.
Gunawan mengatakan harga minyak mentah dunia jenis Brent juga mengalami penurunan ke kisaran USD 105 per barel pada perdagangan hari ini. “Sementara itu, untuk jenis WTI masih bertahan di atas USD 100 per barel, atau sekitar USD 102 per barel sejauh ini,” katanya.
Nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp16.990 per dolar AS. Rupiah diproyeksikan masih akan berkonsolidasi di kisaran Rp17.000 untuk sementara waktu.
Di sisi lain, harga emas dunia meroket ke level USD 4.693 per troy ounce, atau sekitar Rp2,57 juta per gram.
“Harga emas mengalami kenaikan seiring dengan adanya kemungkinan terjadinya de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Selama pasar masih melihat adanya peluang de-eskalasi, maka pasar keuangan maupun komoditas akan berpotensi membaik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan bahwa sejauh ini sentimen ekonomi belum mampu menggantikan sentimen geopolitik sebagai penggerak utama pasar. Pasar masih berpeluang bergerak volatil selama kedua belah pihak masih saling melancarkan serangan.
Situasi ini membuat kinerja pasar keuangan masih cenderung rapuh. Oleh karena itu, pelaku pasar akan terus memantau secara ketat perkembangan situasi di Timur Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....