Rupiah Kembali Melemah di Awal Pekan

  • 30 Mar 2026 09:49 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Mayoritas bursa saham di Asia dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Eskalasi perang yang kian berkecamuk kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Untuk minyak jenis Brent pada perdagangan pagi ini ditransaksikan naik ke level $115 per barel, demikian juga dengan harga minyak mentah jenis WTI yang naik di atas $110 per barel.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menyebut inflasi kembali menjadi isu utama ekonomi ditengah kemungkinan sikap Bank Sentral di belahan dunia yang lebih bernada hawkish. Mata uang Rupiah di sesi perdagangan pagi tercatat melemah di kisaran level 16.975 per US Dolar seiring dengan tekanan yang dihasilkan dari lonjakan kinerja USD index di level 100.2.

Gunawan mengatakan IHSG pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka melemah di level 7.020. Bahkan sejauh ini IHSG sudah ditransaksikan turun di bawah level psikologis 7.000.

"Tekanan yang dialami bursa saham di Asia beserta pelemahan Rupiah kian berpeluang membebani kinerja IHSG di awal pekan ini. Situasinya kian memburuk ditengah peningkatan eskalasi perang," ucap Gunawan, Senin, 30 Maret 2026.

Gunawan menambahkan dalam sepekan kedepan pada dasarnya ada begitu banyak sentimen ekonomi yang berpeluang menjadi penggerak pasar.

"Ada pidato dari Gubernur Bank Sentral AS, data kepercayaan konsumen AS, data inflasi dan neraca pedagangan tanah air, penjualan ritel hingga serapan tenaga kerja diluar sektor pertanian AS hingga data manufaktur AS," ujar Gunawan.

Menurut Gunawan, data ekonomi yang tersaji belakangan ini kurang begitu memberikan pengaruh ke pasar keuangan, pelaku pasar masih terfokus pada eskalasi perang di timur tengah, serta memantau dengan serius perkembangan harga akomoditas minyak maupun emas. Di sesi perdagangan pagi ini harga emas terpantau bergerak dikisaran $4.471 per ons troy, atau sekitar 2.45 juta per gram.

"Saya melihat pergerakan emas belakangan ini masih kesulitan untuk menguat, perlahan gerak emas tidak sepenuhnya bergerak berbeda dengan harga minyak. Emas mulai menujukan upaya untuk bertahan dikisaran $4.500 Per ons troy dan mulai meminimalisir dampak perubahan harga minyak terhadap pembentukan harga emas," kata Guanwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....