Tensi Perang Iran – AS Memanas, Harga Emas Turun jelang Idulfitri

  • 19 Mar 2026 14:54 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebut harga emas dunia pada perdagangan Kamis, 19 Maret 2026 mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini terjadi di tengah dinamika global yang kian kompleks.

“Penurunan harga emas saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh arah kebijakan The Fed ke depan. Kenaikan harga minyak mentah yang memicu inflasi, serta sinyal pemotongan bunga yang terbatas membuat emas kehilangan daya tariknya,” ujar Gunawan..

Ia menjelaskan, emas saat ini ditransaksikan di kisaran 4.770 dolar AS per ons troy. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia justru mengalami kenaikan cukup signifikan.

Untuk minyak jenis Brent, harga kembali naik dan berada di kisaran 113 dolar AS per barel. Kenaikan ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong ekspektasi inflasi global meningkat.

Menurutnya, kondisi tersebut diperkuat dengan sikap Bank Sentral AS yang tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75 persen. Serta memberi sinyal pemotongan bunga hanya akan terjadi satu kali sepanjang tahun ini.

Ia menuturkan, kombinasi dari tekanan inflasi dan kebijakan moneter yang cenderung hawkish membuat pasar menjadi lebih berhati-hati. Investor pun saat ini lebih mempertimbangkan arah kebijakan The Fed dibandingkan faktor geopolitik.

Gunawan menambahkan, jika mengacu pada nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.985 per dolar AS, maka harga emas saat ini diperkirakan berada di level sekitar Rp2,6 juta per gram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....