Outlook Kredit Indonesia Negatif, IHSG Terkoreksi dan Emas Prospektif
- 06 Mar 2026 20:57 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai kinerja pasar keuangan domestik masih berada dalam tekanan meskipun mayoritas bursa saham di Asia justru ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
“IHSG justru ditutup melemah sekitar 1,62 persen di level 7.585,687. Padahal setelah sempat berada di zona merah pada sesi pertama, mayoritas bursa saham Asia mampu berbalik menguat hingga penutupan perdagangan,” ujar Gunawan, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks. Beberapa emiten yang mengalami pelemahan di antaranya BUMI, BMRI, BBRI, BBCA, TLKM, GOTO, ASII, hingga ANTM.
Menurutnya, IHSG sulit mengikuti penguatan bursa Asia karena adanya sentimen negatif yang menyelimuti pasar keuangan domestik. Salah satunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS.
Selain itu, tekanan juga datang dari keputusan Fitch Ratings yang merevisi outlook surat utang pemerintah Indonesia menjadi negatif. Kebijakan tersebut dinilai memberikan sentimen tambahan yang membebani pasar.
“Revisi outlook tersebut membuat IHSG dan rupiah kesulitan untuk bergerak di zona hijau, meskipun rating kredit Indonesia sendiri masih dipertahankan pada level BBB,” ucapnya.
Sementara, harga emas dunia masih berada dalam tekanan dan diperdagangkan di kisaran 5.100 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,78 juta per gram.
Gunawan menambahkan, tekanan terhadap harga emas juga dipengaruhi oleh kabar melambatnya pembelian emas oleh bank sentral dunia. Berdasarkan laporan World Gold Council, pembelian emas oleh bank sentral tidak seagresif tahun sebelumnya.
“Dari laporan World Gold Council terlihat bahwa bank sentral dunia tidak lagi melakukan pembelian emas secara agresif seperti tahun lalu. Karena itu dampak konflik geopolitik terhadap pembentukan harga emas saat ini menjadi relatif terbatas,” katanya.
Meski demikian, secara fundamental harga emas dinilai masih cukup kuat dan berpotensi kembali mengalami kenaikan di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....