IHSG Anjlok 2,65 Persen, Rupiah Melemah dan Harga Emas Dunia Terus Menguat

  • 02 Mar 2026 22:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatra Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, menilai tekanan geopolitik global kembali membebani pasar keuangan domestik. Pada penutupan perdagangan, Senin 2 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,65 persen di level 8.016,833, sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sesi perdagangan.

“IHSG sepanjang hari berada di zona merah dan ditutup di level terendah hari ini. Pelemahan ini sejalan dengan memburuknya kinerja mayoritas bursa saham di kawasan Asia,” ujar Gunawan.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap IHSG terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah. Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut memberikan kontribusi terhadap koreksi indeks.

Selain pasar saham, tekanan juga terjadi pada nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda ditransaksikan melemah di kisaran Rp16.855 per dolar AS.

“Kenaikan harga minyak mentah dunia mulai menghantui kinerja pasar keuangan di Tanah Air. Pasar khawatir lonjakan harga minyak akan memengaruhi pembentukan harga BBM, meningkatkan tekanan inflasi, dan pada akhirnya melemahkan nilai tukar rupiah,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, rilis sejumlah data ekonomi domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan belum mampu memberikan sentimen positif bagi pasar. Menurutnya, fokus investor saat ini lebih tertuju pada eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dibandingkan agenda ekonomi domestik.

“Perang di Timur Tengah jauh lebih menyita perhatian pelaku pasar. Investor saat ini cenderung melakukan penyesuaian portofolio di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” katanya.

Di sisi lain, harga emas dunia justru melanjutkan tren penguatan. Emas sempat menembus level psikologis 5.400 dolar AS per ons troy, sebelum diperdagangkan di kisaran 5.393 dolar AS per ons troy pada sesi sore, atau sekitar Rp2,93 juta per gram.

“Harga emas masih berpeluang mencetak rekor tertinggi baru. Saat ini level tertinggi emas berada di kisaran 5.586 dolar AS per ons troy, dan tren penguatan masih cukup terbuka seiring meningkatnya ketidakpastian global,” ucap Gunawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....