Perang AS-Iran Picu Harga Emas Naik, Tembus US$ 5.300

  • 02 Mar 2026 00:11 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin menyebut pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran langsung memicu lonjakan harga emas dunia di akhir pekan.

Harga emas saat ini sudah mendekati level psikologis US$ 5.300 per ons troy atau berada di kisaran US$ 5.287 per ons troy. Jika dikonversi, nilainya setara sekitar Rp2,9 juta per gram.

“Lonjakan ini terjadi karena pasar merespons memburuknya tensi geopolitik di Timur Tengah. Emas kembali menjadi instrumen safe haven yang paling diburu investor,” ujar Gunawan, Minggu 1 Maret 2026.

Ia menjelaskan, harga yang terbentuk saat ini merupakan harga di akhir pekan ketika pasar global sedang libur. Karena itu, potensi pergerakan masih sangat terbuka saat perdagangan kembali aktif pada awal pekan.

“Harga emas masih berpeluang naik lebih tajam ketika pasar dibuka pada Senin. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan eskalasi yang terjadi,” katanya.

Gunawan menambahkan, dirinya tetap mempertahankan proyeksi harga emas berpotensi menembus US$ 5.750 per ons troy apabila konflik terus meluas.

“Saya masih melihat peluang emas naik ke 5.750 dolar AS per ons troy jika eskalasi perang semakin memburuk, dan belum ada tanda-tanda deeskalasi yang signifikan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti meluasnya serangan Iran ke kawasan negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Menurutnya, ketegangan bisa semakin meningkat apabila terjadi serangan balasan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

“Semakin tinggi eskalasi di kawasan tersebut, semakin besar peluang harga emas untuk melanjutkan tren kenaikannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....