The Fed Hawkish, Rupiah Melemah, IHSG Berpotensi Tertekan
- 19 Feb 2026 12:50 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan-Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai notulen rapat FOMC Bank Sentral Amerika Serikat menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal pembuat kebijakan. Perbedaan tersebut mengarah pada kemungkinan The Fed masih akan menunda pemangkasan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.
Gunawan menjelaskan, kebijakan moneter yang lebih longgar baru berpotensi dilakukan menjelang akhir tahun apabila data ekonomi mendukung.
“FOMC Minutes memperlihatkan adanya dua pandangan berbeda, namun kecenderungannya masih menunda penurunan suku bunga,” ujar Gunawan, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menambahkan, sikap The Fed sejauh ini masih bernada hawkish dalam sejumlah pertemuan terakhir. Meski demikian, harga emas dunia belum terlalu terpengaruh karena arah kebijakan belum sepenuhnya jelas. Pada perdagangan pagi, harga emas tercatat menguat ke level 4.974 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,71 juta per gram.
Menurutnya, harga emas berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan hari ini seiring kecilnya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar masih melihat kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga pada level saat ini.
Sikap tersebut turut memberi tekanan pada mata uang Rupiah. Pada sesi perdagangan pagi, Rupiah ditransaksikan melemah di kisaran Rp16.920 per dolar AS.
“Jika ekspektasi suku bunga tinggi bertahan, Rupiah berpeluang terus tertekan,” kata Gunawan.
Pelemahan Rupiah juga diperkirakan membebani kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski pada sesi pembukaan IHSG masih mampu menguat ke level 8.357, penguatan itu terjadi di tengah membaiknya mayoritas bursa saham Asia.
Benjamin memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.300 hingga 8.370 pada perdagangan hari ini, sementara Rupiah berpotensi melemah menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....