Data Ekonomi AS Memburuk, Rupiah Menguat
- 11 Feb 2026 20:28 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatra Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai memburuknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu utama penguatan pasar keuangan domestik. Mulai dari IHSG, nilai tukar rupiah, hingga harga emas dunia.
“Tekanan pada dolar AS akibat rilis data ekonomi yang tidak mampu melampaui ekspektasi pasar telah mendorong penguatan rupiah dan kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini,” ujar Gunawan, Selasa, 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sentimen positif dari mayoritas bursa saham Asia turut memperkuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 1,96 persen di level 8.290,966, sekaligus berada di posisi tertingginya sepanjang sesi perdagangan.
Selama perdagangan berlangsung, IHSG bergerak dalam rentang 8.118 hingga 8.290. Sejumlah saham menjadi penopang utama penguatan, di antaranya CDIA, BUMI, DEWA, PTRO, ANTM, hingga TLKM. Kenaikan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dipicu kabar rencana buyback saham senilai Rp1 triliun.
Sementara itu, rupiah ditutup menguat di level Rp16.775 per dolar AS. Menurut Gunawan, pelemahan dolar AS masih berpotensi berlanjut, namun bisa berubah arah tergantung rilis data ekonomi berikutnya.
“Pelemahan dolar AS berpeluang terhenti apabila data tenaga kerja dan tingkat pengangguran AS mampu melampaui ekspektasi pasar. Rilis data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dan rupiah pada perdagangan esok hari,” ucap Gunawan.
Gunawan mengatakann di sisi lain, harga emas dunia melonjak ke level US$5.104 per ons, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Memburuknya data ekonomi AS sebelumnya menjadi katalis positif bagi harga emas dunia, sehingga emas kembali diminati sebagai aset safe haven,” tambah Gunawan.
Saat ini, harga emas dunia jika dikonversikan ke rupiah berada di kisaran Rp2,76 juta per gram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....