Emas Berpotensi Naik Hingga US$5.750

  • 08 Feb 2026 15:08 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan-Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan harga emas dunia kembali menguat setelah sempat terpuruk pada awal hingga pertengahan pekan lalu. Kenaikan harga emas dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta melemahnya data ekonomi AS.

“Setelah sempat turun hingga kisaran 4.640 dolar AS per ons troy, harga emas kembali naik dan di akhir pekan diperdagangkan di sekitar 4.968 dolar AS per ons troy. Posisi ini sudah kembali mendekati level psikologis 5.000 dolar AS,” ujar Gunawan, Minggu, 8 Februari 2026.

Menurutnya, pasar merespons negatif perkembangan hubungan Iran dan AS yang belum menunjukkan tanda-tanda kesepakatan. Bahkan, kekhawatiran akan potensi konflik terbuka masih membayangi pelaku pasar global.

“Iran dan AS belum mencapai kesepakatan apa pun. Peluang pertemuan lanjutan memang ada, tetapi belum terlihat sinyal damai dalam waktu dekat. Pasar justru lebih khawatir konflik bisa pecah,” katanya.

Gunawan menjelaskan, sebelumnya harga emas sempat melemah saat muncul rencana pertemuan kedua negara di Oman. Namun karena ketidakpastian tetap tinggi, harga emas kembali berbalik arah dan menguat sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Gunawan menyebut selain faktor geopolitik, penguatan emas juga didorong memburuknya data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Klaim pengangguran awal di AS tercatat mencapai 231 ribu pada Januari, memicu spekulasi bahwa bank sentral AS berpotensi memangkas suku bunga acuan tahun ini.

“Data ketenagakerjaan menjadi salah satu acuan utama arah kebijakan moneter AS. Saat datanya melemah, peluang penurunan suku bunga menguat dan itu biasanya menjadi sentimen positif bagi harga emas,” ucapnya.

Ia memproyeksikan tren kenaikan harga emas masih berpotensi berlanjut sepanjang tahun ini, terutama jika tensi geopolitik semakin memburuk.

“Saya memproyeksikan emas masih berpeluang menguat hingga kisaran 5.750 dolar AS per ons troy tahun ini. Jika konflik memanas, kenaikannya bisa terjadi lebih cepat. Sejauh ini belum ada alasan kuat bagi emas untuk berbalik turun,” ujarnya.

Dalam nilai rupiah, harga emas diperkirakan bisa bergerak di rentang Rp3,2 juta hingga Rp3,4 juta per gram pada 2026 saat situasi politik global memanas. Saat ini harga emas domestik masih berada di kisaran Rp2,6 juta hingga Rp2,8 juta per gram. Gunawan pun menyarankan masyarakat terus memantau perkembangan global dan mempertahankan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....