Minyak Naik, Rupiah IHSG Melemah

  • 05 Feb 2026 11:22 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat Ekonomi Sumatra Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, menilai memanasnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak dunia. Sekaligus memberi tekanan ke pasar keuangan, termasuk rupiah dan IHSG pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.

Menurut Gunawan, sentimen geopolitik datang bersamaan dengan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan. Data ADP Nonfarm Employment Change tercatat hanya naik 24 ribu pada Januari, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

“Perlambatan data tenaga kerja versi ADP menunjukkan aktivitas ekonomi AS tidak sekuat sebelumnya. Namun respons pasar tetap membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik,” ujar Gunawan Benjamin.

USD Index pada perdagangan pagi terpantau bertahan di level 97,65, sementara imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di kisaran 4,279 persen. Kondisi ini memberi tekanan pada mata uang negara berkembang.

Mayoritas bursa saham Asia ditransaksikan melemah. IHSG sempat dibuka menguat tipis di level 8.154,6, namun pergerakannya fluktuatif dan beberapa kali masuk zona merah. Minimnya agenda ekonomi regional membuat sentimen domestik menjadi penentu utama arah indeks.

“Kinerja IHSG cenderung dipengaruhi sentimen dalam negeri, khususnya respons pemerintah terhadap kebijakan MSCI. Tanpa katalis kuat dari kawasan, pergerakan indeks lebih mudah tertekan,” katanya.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.765 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah diperkirakan meningkat seiring penguatan dolar dan kenaikan harga minyak mentah global.

Harga minyak mentah Brent terdorong naik ke level 68,95 dolar AS per barel akibat meningkatnya ketegangan Iran–AS. Di sisi lain, harga emas dunia justru melemah di kisaran 4.983 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,7 juta per gram, dengan potensi penguatan yang dinilai terbatas karena pasar menunggu rilis data penting lanjutan dari Amerika Serikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....