IHSG Menguat, Emas Dunia Dekati Level Psikologis Baru
- 04 Feb 2026 17:40 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cukup dinamis pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026.
IHSG sempat menyentuh level terendah di 8.050 dan mencapai level tertinggi di 8.194, sebelum akhirnya ditutup menguat 0,3 persen di posisi 8.146,717.
Menurut Gunawan, penguatan IHSG tersebut masih sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang ditutup menguat. Ia menilai, meskipun pasar diwarnai kabar penetapan tiga tersangka kasus penggorengan saham, sentimen tersebut tidak menjadi faktor utama penggerak indeks.
“Penguatan IHSG hari ini lebih dipicu oleh keyakinan investor terhadap progres positif dari pertemuan dengan pihak MSCI sebelumnya,” ujar Gunawan.
Dari sisi transaksi, investor asing tercatat melakukan aksi beli pada sejumlah saham perbankan, di antaranya BBRI, BMRI, BBCA, BRIS, hingga BBTN. Saham-saham perbankan tersebut menjadi emiten yang memberikan kontribusi besar terhadap penguatan IHSG.
Namun demikian, Gunawan mencatat bahwa penguatan IHSG tidak mencerminkan pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 391 saham ditutup melemah, 301 saham menguat, dan 125 saham lainnya bergerak stagnan.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah ke level Rp16.765 per dolar AS. Pelemahan Rupiah tersebut dinilai telah terindikasi sejak sesi perdagangan pagi.
Sementara itu, harga emas dunia kembali menguat dan ditransaksikan di kisaran US$5.062 per ons troy, atau setara sekitar Rp2,74 juta per gram. Harga emas masih berada dalam tren naik dan semakin mendekati level psikologis US$5.100 per ons.
Gunawan menambahkan, pelaku pasar saat ini masih menantikan hasil pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang.
“Pergerakan harga emas dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada hasil pertemuan tersebut,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....