IHSG Trading Halt, Rupiah Melemah, Emas Tembus 5.500

  • 29 Jan 2026 10:37 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatra Utara Gunawan Benjamin, mengatakan tekanan pasar keuangan domestik kembali meningkat. Pada Kamis, 29 Januari 2026, IHSG terkoreksi hingga delapan persen, dan memicu penerapan trading halt oleh bursa.

“IHSG masih tertekan akibat penundaan rebalancing indeks MSCI Indonesia yang berdampak signifikan terhadap sentimen pasar,” katanya.

Ia menilai koreksi serentak di bursa saham Asia turut memperbesar tekanan terhadap IHSG. Selain pasar saham, Gunawan menjelaskan nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan ke kisaran Rp16.795 per dolar AS. Kondisi tersebut menurutnya dipengaruhi kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat yang mempertahankan suku bunga acuannya.

“Keputusan The Fed mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan penguatan dolar AS, sehingga menekan pergerakan rupiah,” ujarnya.

Ia menyebut penguatan indeks dolar AS tercatat berada di kisaran level 96. Di sisi lain, Gunawan mengatakan harga emas dunia justru mengalami lonjakan tajam hingga menembus 5.530 dolar AS per ons troy.

"Kenaikan ini membuat harga emas domestik berada di kisaran Rp3 juta per gram. Harga emas menguat karena ekspektasi penurunan suku bunga The Fed tetap terbuka tahun ini, ditambah meningkatnya tensi geopolitik global,” ucap Gunawan.

Gunawan menilai potensi konflik Amerika Serikat dan Iran memperkuat minat investor terhadap aset aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....