Harga Pupuk Naik, Produktivitas Sawit Dinilai Masih Aman

  • 06 Mei 2026 03:34 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunwan Benjamin, menilai kenaikan harga pupuk belakangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani kelapa sawit. Menurutnya, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi perawatan tanaman, dan berpotensi menekan produktivitas perkebunan sawit jika biaya perawatan terus meningkat.

“Namun kenaikan harga pupuk ini belum tentu menjadi ancaman serius bagi produksi minyak kelapa sawit,” ujar Gunawan, Selasa 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai sekitar Rp17.400 per dolar AS, justru berpotensi mendorong peningkatan kinerja ekspor minyak sawit olahan. Ia menyebut pelemahan rupiah dapat memberikan keuntungan bagi eksportir, karena produk sawit Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Kondisi ini berpeluang membuat harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani tetap bertahan tinggi, bahkan mengalami kenaikan. Dengan harga TBS yang tetap tinggi, kenaikan biaya pupuk berpotensi dapat tertutupi oleh peningkatan pendapatan petani.

Selain itu, ia juga menilai ketersediaan pupuk di lapangan sejauh ini masih relatif aman. Pemerintah disebut telah memastikan pasokan pupuk tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan para petani, sehingga produktivitas tanaman dapat terus terjaga.

Di sisi lain, ekspor minyak kelapa sawit ke sejumlah negara tujuan utama seperti China dan India, juga dinilai masih stabil. Gunawan menyebut sejauh ini belum ada gangguan serius terhadap permintaan maupun distribusi yang dapat memengaruhi ekspor sawit Indonesia.

Meski demikian, ia mengingatkan masih ada potensi ancaman lain yang perlu diwaspadai, salah satunya dampak fenomena El Nino terhadap produktivitas tanaman. Namun dampak tersebut dinilai tidak merata di seluruh wilayah produksi sawit.

Untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh, kondisi curah hujan masih cukup baik sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan. Kinerja ekspor sawit dari Sumatera Utara juga masih terjaga stabil, dan diproyeksikan tetap stabil hingga tahun 2026.

Walau demikian, dinamika geopolitik global yang sulit diprediksi tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai, karena dapat memengaruhi pasar komoditas. Namun secara keseluruhan, kenaikan harga pupuk saat ini dinilai belum menjadi ancaman besar terhadap produktivitas kelapa sawit, terlebih harga TBS di tingkat petani saat ini telah berada di kisaran Rp3.000 per kilogram.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....