Stok Minyakita 1,6 Juta Liter, Bulog Pastikan Aman

  • 15 Feb 2026 18:35 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara memastikan ketersediaan minyak goreng “Minyakita” aman menjelang Ramadan dan Idulfitri. Selain beras, komoditas minyak goreng menjadi fokus penguatan distribusi agar harga tetap terkendali di pasaran.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan Bulog mendapat penugasan sebagai distributor lini satu (D1) untuk menyalurkan Minyakita langsung ke pengecer. Langkah ini dilakukan guna memastikan harga jual sesuai ketentuan pemerintah.

Menurut Budi, stok Minyakita di gudang Bulog Sumut saat ini mencapai sekitar 1,6 juta liter. Stok tersebut siap didistribusikan ke seluruh wilayah Sumatera Utara dengan harga yang sama.

“Harga dari produsen Rp13.500 dan kami salurkan ke pengecer Rp14.500 per liter. Harga tersebut berlaku sama baik di Medan, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, maupun Nias," ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Jumat, 13 Februari 2026.

Bulog menerapkan subsidi silang biaya angkut agar harga tetap seragam meski lokasi distribusi berbeda. Dengan skema tersebut, masyarakat di daerah terpencil tetap dapat membeli Minyakita dengan harga terjangkau.

Budi menambahkan, pengecer wajib menjual Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Jika ditemukan penjualan di atas HET, masyarakat diminta memastikan sumber barang dan dapat melaporkannya ke Satgas Pangan setempat.

“Seluruh pengecer yang bekerja sama dengan Bulog sudah menandatangani pernyataan untuk menjual sesuai ketentuan,” katanya. "Pengawasan akan terus dilakukan agar tidak ada pelanggaran di lapangan."

Selain itu, Bulog juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi bersama pemerintah daerah serta Satgas Pangan. Pengawasan dilakukan langsung ke pasar-pasar untuk memastikan harga dan ketersediaan Minyakita tetap stabil.

Budi mengajak media dan masyarakat ikut mengawasi distribusi serta harga penjualan di tingkat pengecer. Menurutnya, keterlibatan publik penting agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....