Pakem Tari Melayu Terancam Bergeser akibat Tuntutan Hiburan

  • 28 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan — Perkembangan kebutuhan hiburan dan pertunjukan pernikahan dinilai menjadi salah satu tantangan dalam menjaga pakem tari Melayu. Tuntutan penampilan yang mengikuti selera penonton dapat mendorong perubahan pada gerak maupun busana tari tradisi.

Praktisi tari sekaligus akademisi, Hj. Dr. Dilinar Adlin, M.Pd., mengatakan perubahan tersebut menjadi perhatian bagi pelaku seni yang berupaya mempertahankan karakter tari Melayu.

Menurutnya, dalam pertunjukan untuk kebutuhan hiburan, termasuk acara pernikahan, penari sering menyesuaikan penampilan dengan permintaan konsumen. Kondisi ini berbeda dengan pertunjukan yang mengikuti ketentuan atau pakem tradisi secara ketat.

"Kalau dasarnya entertain atau hiburan, kadang-kadang itu lepas dari pakem. Konsumen juga punya selera sendiri, sehingga mau tidak mau ada penyesuaian."

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penggunaan busana yang tidak lagi sepenuhnya mengikuti karakter tari Melayu. Ia mencontohkan adanya penggunaan hiasan atau bentuk busana yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan tradisi Melayu.

Kak Dili menilai pemahaman terhadap pakem perlu diberikan sejak proses pembelajaran di sanggar. Penari tidak cukup hanya menguasai gerakan, tetapi juga perlu memahami etika, busana dan karakter budaya Melayu.

Menurutnya, perkembangan tari tetap dapat dilakukan selama tidak menghilangkan identitas dasar Melayu. Pemahaman terhadap pakem menjadi penting agar kreasi baru tetap memiliki hubungan dengan tradisi yang menjadi sumbernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....