Tarian Asmaradana Buka Pemutaran Film Legenda Putri Gunung Ledang di Medan
- 25 Mei 2026 09:52 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Konsulat Jenderal Malaysia di Medan sukses menghadirkan suguhan budaya Melayu melalui pemutaran film legenda Putri Gunung Ledang di Kota Medan, Kamis (21/05/2036). Acara dibuka dengan suguhan tari kolosal yang memukau lewat penampilan Tarian Asmaradana.
Tarian bernuansa klasik tersebut membuka rangkaian acara dengan gerak lembut dan iringan musik tradisional yang menggambarkan kisah cinta, kesetiaan, serta keanggunan budaya Melayu. Para tamu undangan tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang membawa suasana magis sebelum film diputar.
Acara budaya ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan budaya antara Malaysia dan Indonesia, khususnya masyarakat Melayu di Sumatera Utara. Dalam sambutannya, konsul Jeneral Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, menyampaikan bahwa kegiatan seni dan perfilman menjadi medium penting untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
"kita dipisahkan oleh laut tapi disatukan oleh budaya. kita dibatasi oleh peta tapi dipertemukan oleh bahasa. kita berdiri sebagai dua negara tetapi berakar pada satu peradaban nusantara,"kata Nizam dalam pidato sambutannya.
Lebih lanjut beliau mengatakan hubungan Malaysia dan Indonesia tidak boleh hanya terbina atas perdagangan, investasi, atau diplomasi semata, namun harus dibina dengan tiga perkaa yang lebih kekal yaitu: bahasa, budaya dan persaudaraan.
sementara itu wakil DPRD Sumut, Salman Alfarisi, yang juga turut hadir dalam acara wacana bahasa dan budaya yang diadakan konjen malaysia tersebut mengatakan bahwa pemutan film Legenda Putri Gunung Ledang menggambarkan betapa kuatnya hubungan kebudayaan Indonesia dan Malaysia.
"Sebenarnya film ini dirilis tahun 2004, dan saya pun masih di Malaysia ketika itu, tapi mungkin saya kurang berinteraksi dengan perfilman di Malaysia. Ini upaya bahwa film ini menghubungkan budaya Indonesia dan malaysia. Mudah-mudahan semakin mendekatkan hubungan persaudaraan Indonesia dan Malaysia," ujar Salman.
Film Putri Gunung Ledang yang diputar malam itu mengangkat legenda populer Melayu tentang Putri Gunung Ledang dan kisah cinta yang penuh pengorbanan. Film epik tersebut dikenal sebagai salah satu karya sinema terbesar Malaysia dengan balutan sejarah, romansa, dan nilai budaya yang kuat.
Selain pemutaran film, acara juga menjadi ruang silaturahmi bagi pegiat seni, komunitas budaya, mahasiswa, dan masyarakat umum yang hadir menikmati perpaduan seni tari dan perfilman Melayu dalam satu panggung budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....