Ahmad Faris Bawa Identitas Melayu Asahan ke Panggung Internasional

  • 06 Agt 2026 10:26 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh asal Kota Tanjungbalai, Ahmad Faris Hidayah Marpaung, tidak hanya mengukir prestasi akademik di Malaysia, tetapi juga memperkenalkan budaya Melayu Asahan kepada masyarakat internasional. Upaya tersebut dilakukannya melalui kegiatan MaTiC Cultural Festival di Kuala Lumpur.

Keikutsertaan Ahmad Faris pada festival budaya tersebut menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di negeri serumpun. Ia memanfaatkan momentum itu untuk memperkenalkan identitas Melayu Asahan yang tumbuh dan berkembang di Kota Tanjungbalai.

Selain mengenalkan kekayaan budaya Melayu, Ahmad Faris juga memperkenalkan kuliner khas berupa roti kacang. Kuliner tersebut dipilih sebagai simbol persaudaraan masyarakat Melayu yang memiliki akar sejarah dan budaya yang saling berkaitan antara Indonesia dan Malaysia.

Ahmad Faris mengatakan budaya merupakan identitas yang harus dijaga dan diperkenalkan kepada dunia. Menurutnya, forum internasional menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam dan bernilai tinggi.

"Saya ingin masyarakat internasional mengenal bahwa Tanjungbalai dan kawasan Melayu Asahan memiliki budaya yang kaya serta patut dibanggakan. Budaya adalah identitas yang harus terus kita lestarikan," ujarnya, kepada RRI, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan diplomasi budaya tidak hanya dilakukan melalui seni pertunjukan, tetapi juga melalui kuliner dan interaksi antarmasyarakat. Cara tersebut dinilainya mampu mempererat hubungan persaudaraan antara bangsa-bangsa yang memiliki akar budaya serumpun.

Keikutsertaan Ahmad Faris dalam festival budaya melengkapi capaian akademiknya pada ajang Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) 2026. Selain membawa inovasi DIGITOX Application Project, ia juga memperkenalkan wajah budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

Ahmad Faris berharap semakin banyak generasi muda yang memanfaatkan forum internasional untuk membawa budaya daerahnya. Menurutnya, promosi budaya akan memberikan dampak positif terhadap citra Indonesia di mata dunia.

"Saya berharap semakin banyak anak muda yang berani membawa budaya daerahnya ke tingkat internasional. Kita tidak hanya mampu bersaing dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia," katanya.

Ia menambahkan keberhasilan memperkenalkan budaya Melayu Asahan di Malaysia menjadi kebanggaan tersendiri sebagai putra daerah. Ahmad Faris berharap langkah tersebut dapat mendorong generasi muda Tanjungbalai untuk terus melestarikan budaya lokal sekaligus mengharumkan nama daerah melalui berbagai prestasi di tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....